• gambar
  • header

Selamat Datang di Website MI Muhammadiyah Kenteng (MIMUDAKU) Sentolo Kulon Progo

Pencarian

Kontak Kami


MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH KENTENG

NPSN : 60714003

Kenteng, Demangrejo, Sentolo, Kulon Progo, DIY


info@mimkenteng.sch.id

TLP : 081392762725


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 86483
Pengunjung : 30045
Hari ini : 14
Hits hari ini : 25
Member Online : 0
IP : 18.208.132.74
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Tetap Produktif di Kala Pandemi, Guru MIM Kenteng Bisnis Online Via Medsos




Kulon Progo (MIM Kenteng) – Menjadi seorang guru tidak hanya melulu untuk mengajar siswa di sekolah atau di rumah, namun seorang guru juga harus memiliki skill atau keahlian yang lain guna menunjang potensi yang ada dalam diri. Salah satunya menjadi pengusaha. Tidak menjadi masalah jika seorang guru juga double action menjadi seorang pengusaha selama masih dapat memanage time. Banyak keuntungan yang akan diperoleh seperti pengalaman, teman, karier dan juga pemasukan/money untuk tabungan masa depan.

Beberapa guru MI Muhammadiyah Kenteng kini sudah mulai berwirausaha, di antaranya ada drink, fashion, material dan lain sebagainya. Online shop kini menjadi sarana dalam mempublish produk mereka dalam rangka menyikapi pandemi.

Kepala MIM Kenteng, Rujito, S.Pd.I, M.Pd. menyebutkan bahwa di MI-nya kini setidaknya terdapat 4 guru yang aktif dalam dunia online shop, ada yang usaha pribadi ada yang reseller di antaranya ada Beny Mualim (Operator Madrasah), Aishaturohmah (Guru PJOK) , Khusnul Khotimah (Guru kelas II), Rita Febri Subarni (Guru SBK). Mereka memiliki produk masing-masing ada yang dijual secara offline, ada juga publish secara online dengan menggunakan media sosial (whatsappinstagramfacebook). Hal itu diungkapkan Rujito di sela-sela kesibukannya, Sabtu (20/6/2020).

Beny Mualim menyatakan bahwa usaha Duren Mbois miliknya berawal outlet offline. “Awalnya kami hanya menyediakan secara offlineOnline kita baru dengan gofood atau promosi online namun penjualan masih dilayani secara offline. Adanya pandemi ini sangatlah mempengaruhi keadaan usaha kami, mungkin juga para pengusaha yang lain. Target pasar yang awalnya anak sekolahan dan kantoran, adanya WFH dan SFH sangat berpengaruh pada kuantitas penjualan,” ungkapnya.

“Namun demikian, tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap berwirausaha. Justru ini adalah tantangan yang harus dilewati oleh seorang pengusaha. Kami berpikir bagaimana untuk mempertahankan usaha kami dan mengembangkan usaha meskipun dalam kondisi pandemi seperti ini. Akhirnya kami pun membuat produk baru berupa “Rindu Milk Tea” sebagai varian baru dan juga memperluas target pasar kita yang awalnya hanya minuman olahan durian. Kami juga membuat produk dengan kemasan botol yang praktis Kami juga membuka reseller bagi siapa saja untuk memperluas market kita,” imbuh Beny.

“Sebagai guru kita juga harus tetap menjadi pengusaha, karena pengusahalah yang akan memperkuat perekomian umat dan juga berdagang merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW. Tetap semangat untuk bapak/ibu guru dan juga para pengusaha, kondisi saat ini adalah tantangan yang harus kita taklukkan,” tambahnya lagi.

Sementara Rita menyebutkan bahwa sebelum kenal dengan bisnis online sempat bingung mau cari kerja apalagi cuma tamatan SMP/SMA, sempet diajak kerja ke luar negeri tapi kurang minat. “Lalu ada teman yang mengajak bisnis di NASA, awalnya beli produk dan setelah tahu manfaat dan khasiatnya, saya memberanikan diri jadi member. Selang beberapa bulan sering up di sosmed baik FBWA, teman-teman banyak yg tertarik dan beli produk yang saya jual. Alhamdulillah dari situ saya tekuni dan bisa sampai sekarang tambah hijab. Setelah kenal dan menjalanani bisnis online ini semua bisa teratasi, cukup dirumah pegang hpposting produk, kluntingan masuk ke rekening,” jelasnya.

Khusnul Khotimah menyebutkan bahwa ia memulai usaha tahun 2013 bersama dengan suami. “Penjualan produk ini hasil kerjasama dengan toko bangunan yang ada, biasanya konsumen ada yang person mengambil sendiri produk yang akan dibeli, ada juga konsumen yang minta diantar. Adapun produk yang kami jual yaitu batako, bis, genteng dan material bangunan yang lain,” tuturnya.

Sedangkan Aisaturohmah juga memberikan persepsi bahwa menjadi penjual atau reseller harus bertanggungjawab dan jujur. “Penjual yang bertanggung jawab, jujur, tidak plin-plan, bisa membagi waktu dengan bijaksana, kapan waktunya mengajar dan kapan berwirausaha, sehingga semua bisa tetap terkondisikan,” ucapnya. (RAS)




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas